Bappeda Kota Jayapura Optimis Kasus Stunting Bisa Ditekan

“Pada dasarnya kita melakukan evaluasi review kinerja tahunan dari pada aksi integrasi stunting di Kota Jayapura, dan kita sudah melewati semua proses,” ujarnya.

amun setelah mengkaji kembali, dan mencermati  kinerja yang dilakukan setiap kelurahan atau puskesmas, ternyata secara umum angka stunting menurun namun secara real time terjadi peningkatan.

Untuk itu, dikatakan Rory kompilasi data menjadi penting, supaya dapat mengetahui kelurahan mana yang mempunyai data tertinggi dan melihat indikator di dalam stunting untuk menurunkan angka stunting.

Ini semua ada kedudukannya yakni dari pada Perpres yang mendasarinya, sehingga melakukan

Lalu ada 8 aksi konvergensi yang dilakukan Pemkot Jayapura ialah melihat program dan kegiatan dari percepatan penurunan stunting  

“Kemudian dalam pelaksanaannya telah dilakukan secara baik, di mana nilai-nilai dari pada proses penganggaran dan perencanaan di masing-masing kelurahan dan distrik, serta sejauh mana prosesnya,” katanya. “Berdasarkan data, seperti yang sudah di  kasus stunting tertinggi pada balita tertinggi berada di Kelurahan Ardipura sebanyak 1.425 orang dan terendah di Kampung Tobati hanya ada 23 orang.Kemudian, kasus stunting tertinggi pada anak di Kelurahan Gurabesi terdapat 145 orang dan terendah berada di Kampung Tobati, hanya ada 1 orang. (*) 



Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Bappeda Kota Jayapura Optimis Kasus Stunting Bisa Ditekan, https://papua.tribunnews.com/2022/12/07/bappeda-kota-jayapura-optimis-kasus-stunting-bisa-ditekan.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan



Satu pemikiran pada “Bappeda Kota Jayapura Optimis Kasus Stunting Bisa Ditekan”

Tinggalkan komentar